Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya. seperti yang telah dijelaskan pada topik sebelumnya, kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai apa itu fibrinolisis dan Antifibrinolitik.
1. Fibrinolisis
adalah proses penghancuran deposit fibrin oleh sistem fibrinolitik sehingga aliran darah akan terbuka kembali, sistem fibrinolitik sendiri merupakan sistem enzim multikomponen yang menghasilkan pembentukan enzim aktif plasmin dengan serangkaian reaksi yang cukup rumit yang melibatkan faktor XII dan enzim katabolisasi protein, protein plasminogen yang tidak aktif akan diubah menjadi suatu plasmin yang aktif yang kemudian secara bertahap akan memecah fibrin bekuan darah. memiliki peran dalam proses penyembuhan luka, dalam kondisi fiologis saat terluka maka tubuh akan memicu pelepasan sitokin yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan neutrofil dan makrofag untuk meningkatkan plasminogen. plasminogen diaktivasi oleh plasmin yang akan membantu pembentukan jaringan baru untuk menutupi luka.
Gangguan Fibrinolisis
Terbagi menjadi 2 yaitu : Hiperfibrinolisis dan Hipofibrinolisis.
- Hiperfibrinolisis
- hiperfibriniolisis primer
yaitu suatu proses penghancuran fibrinogen oleh plasmin. penyebab penyakit ini karena pembentukan plasmin yang berlebihan. pembentukan berlebihan dapat disebabkan oleh adanya infeksi, komplikasi kehamilan, setelah operasi dan keganasan selain itu juga disebabkan oleh penyakit sirosis hepatis, LES (Lambert-Eaton syndrome) dan uremia yang diderita pasien. fibrinolisis yang berlebihan meningkatkan kadar t-PA, sefisiensi alfa 2-anti-plasmin dan aktifator inhibitor plasminogen-1 yang menimbulkan terjadinya pendarahan.
- hiperfibrinolisis sekunder
dapat terjadi karena adanya peningkatan aktivitas dari sistem fibrinolitik pada hiperfibrinolisis sekunder yang disebabkan oleh suatu reaksi terhadap aktivasi sistem koagulasi dan pembentukan fibrin intravaskuler. akibatnya akan terjadi perdarahan onset lambat setelah terjadinya hemostasis primer atau dengan kata lain merupakan lanjutan dari hiperfibrinolisis primer.
- Hipofibrinolisis
Kondisi hipofibrinolisis ini dapat disebabkan karena defisiensi atau disfungsi plasminogen, peningkatan kadar PAI-1, α2-antiplasmin, atau gangguan pelepasan t-PA dan u-PA serta rendahnya kadar TAFIa. sehingga proses fibrinolisis akan terhambat, menimbulkan kekakuan abnormal dari fibrin (melambatkan kerja) terutama pada penderita aterosklerosis yang prematur ,penyakit ini berhubungan dengan gangguan trombosis atau trombofilia. seperti diabetes, resistensi insulin, penyakit jantung koroner, stroke iskemik, trombosis vena dalam, emboli paru, preeklampsia. saat terjadi perdarahan yang disebabkan oleh kondisi kekurangan fibrinogen, terapi pengobatan dapat dilakukan dengan penyuntikan fibrinogen atau disebut yang dikenal dengan cryoprecipitate.
2. Antifibrinolitik
Merupakan golongan obat yang bekerja dengan menghambat sistem fibrinolitik yang merupakan proses berkebalikan dari koagulasi atau pembekuan darah. Asam Traneksamat merupakan obat antifibrinolitik yang banyak digunakan, selain itu, obat seperti asam epsilon aminokaproat dan trasylol juga digunakan sebagai Antifibrinolitik.
Asam Traneksamat
Farmakologi
- farmakokinetik asam traneksamat akan diabsorpsi secara cepat di dalam plasma darah, dan 50% melalui gastrointestinal. dosis akan mencapai puncak setelah 1-5 jam, kemudian berikatan dengan protein yang selanjutnya didistribusikan melalui plasma menuju ke jaringan, dengan menembus sawar darah plasenta dan berdifusi ke membran sinovial dan cairan sendi, sebagian kecil obat ini juga dimetabolisme dengan total 5% dan ini akan ditemukan pada urin setelah 72 jam lamanya, setelah dimetabolisme obat akan dieliminasi melalui ginjal berupa urin, juga dieksresikan melalui ASI juga pada cairan semen, dengan waktu paruh 2 - 11 jam.
- farmakodinamik asam traneksamat merupakan derivat dari asam amino lisin yang akan bekerja sengan menghambat proses fibrinolisis. asam amino lisin dengan afinitas yang tinggi akan menempel pada reseptor plasminogen yang menonaktifkan plasmin sehingga tidak terjadi proses degradasi fibrin dan faktor bekuan darah. selain itu juga bertindak sebagai antiinflamasi yang dapat mengurangi jumlah plasmin yang beredar di pembuluh darah.
Indikasi diberikan pada kasus-kasus perdarahan, trauma yang menimbulkan perdarahan, perdarahan intrakrainal, postpartum, monorrhagia, operasi otopedi dan homeostatis selain itu juga digunakan pada pasien hemofilia saat pencabutan gigi.
kontraindikasi pada pasien hipersensitivitas, tromboemboli, trombosis dan perdarahan dan kondisi lain yang menimbulkan interaksi obat.
Efek samping nyeri kepala, hidung berair dan tersumbat, nyeri abdomen, myalgia, hipotensi, nekrosis dan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Alan, G.J., Robertson,C . 2019. Diagnosis Klinis MacLeod. Singapore, Elsevier.
Doda, D., H. Polli., S. Marunduh dan I.M. Sapulete. 2020. Fisiologi Sistem Hematologi. Yogyakarta, Deepublish.
Sabiston. 1992. Buku Ajar Bedah Bagian 1. Jakarta, Buku Kedokteran EGC.
Permasalahan :
1. Apakah contoh produk yang dihasilkan dari proses Fibrinolisis beserta fungsinya masing-masing ?
2. Mengapa dapat terjadi peristiwa Trombositopenia ? dan apa yang akan terjadi jika kadar trombosit mencapai 10.000/uL ?
3. jika ditinjau dari ilmu kimia medisinal , Apakah yang menyebabkan struktur Asam aminokaproat sehingga dapat bertindak sebagai agen antifibrinolitik di dalam tubuh ? jelaskan.


Halo rifqi.terimakasih infonya.artikelnya sangat bermanfaat sekali untuk kami🙏
BalasHapusBaik saya akan coba menjawab pertanyaan no 2.jadi Trombositopenia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti demam berdarah, ITP, anemia aplastik, dan leukemia atau akibat efek samping radioterapi dan kemoterapi. Untuk nilai normal kadar trombosit itu sendiri berkisar antara 150-400 sel /mikroliter darah.Bila jumlah trombosit turun tidak terlalu rendah atau masih di atas 50.000 sel/mikroliter darah, umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus untuk menaikkan jumlah trombosit.akan tetapi jika kadar trombosit turun hingga mencapai 10.000 sel/mikroliter darah, maka sangat berbahaya dan bisa menyebabkan lethal