Seperti yang telah dijelaskan dalam postingan sebelumnya mengenai Antihistamin , kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai apa itu Antihistamin turunan Propilamin dan Fenotiazin.
1. Turunan Propilamin
Propilamin memiliki daya
antihistamin yang kuat. propilamin merupakan golongan obat antihistamin yang bersifat jenuh dan tidak jenuh, pada kelompok yang bersifat jenuh, seperti feniramin yang memiliki molekul kiral. Turunan propilamin tersubstitusi halogen dapat diputuskan dengan kristalisasi dari garam yang dibentuk dengan d-asam tartrat. Antihistamin golongan ini merupakan antagonis H1 yang paling aktif. cenderung tidak memberikan efek kantuk, kecuali pada beberapa pasien tertentu. Pada kelompok yang tidak jenuh, memiliki sistem ikatan rangkap dua aromatik yang koplanar Ar – C = CH-CH2-N yang merupakan faktor penting untuk aktivitas antihistamin, Contoh turunan propilamin antara lain :- Feniramin mempunyai
daya kerja antihistamin dan meredakan efek batuk.
- Khlorpheniramin adalah
derivat klor dengan daya kerja 10x lebih kuat dan dengan derajat toksisitas
yang sama. Bentuk sediaan berupa sediaan oral bentuk tablet, kaplet, sirup, dan injeksi.
Farmakologi klorfeniramin sebagai zat antagonis H1 (antihistamin) bekerja untuk mengatasi tipe alergi yang bersifat eksudatif akut, dengan indikasi simtom dari rhinitis alergi, urtikaria, dan konjungtivitis alergi.
Farmakodinamik klorfeniramin bekerja sebagai antagonis H1, aktif berkompetisi dengan aksi dari histamin endogenus, untuk menduduki reseptor-reseptor normal H1 pada sel-sel efektor di traktus gastrointestinal, pembuluh darah, traktus respiratorius, dan beberapa otot polos lainnya.
Efek antagonis terhadap histamin ini akan menyebabkan berkurangnya gejala bersin, mata gatal dan berair, serta pilek pada pasien.
Dosis untuk dewasa dengan penggunaan peroral (tablet) 4 mg, tiap 4-6 jam. Dosis dewasa per oral (tablet lepas lambat) adalah 8-16 mg, tiap 8-12 jam, bila perlu. Dosis maksimum klorfeniramin adalah 32 mg per hari.
kontraindikasi pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap obat atau komponen klorfeniramin. dalam bentuk injeksi tidak boleh diberikan kepada orang yang mengalami penurunan kesadaran.
- Triprolidin merupakan
derivat dengan rantai sisi pirolidin yang daya kerjanya agak kuat. obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi, ruam, mata gatal, batuk, pilek, dan bersin. Obat ini bekerja dengan mencegah efek zat histamin yang diproduksi oleh tubuh dan membantu meringankan beberapa cairan tubuh seperti meredakan gejala seperti mata berair dan hidung berair.
Dosis untuk alergi rinitis dewasa dan anak-anak berusia lebih dari 12 tahun sebanyak 2,5 mg setiap 4-6 jam, dengan dosis maksimal 10 mg per hari. untuk anak-anak yang berusia 6-12 tahun adalah sebanyak 1,25 mg setiap 4-6 jam, dengan dosis maksimal 5 mg per hari.
Efek samping Sakit kepala, Mual muntah, selera makan berkurang dan Tubuh gemetar.
interaksi obat dapat menyebabkan efek mengantuk jika digunakan bersama dengan obat penenang, memperlambat denyut jantung jika digunakan bersama obat atropin dan dapat menimbulkan gangguan pendengaran serta keseimbangan jika digunakan bersama obat antibiotik dengan jenis aminoglikosida.
- Dekstroklorfeniramin
maleat merupakan enantiomer klorfeniramin yang memutar kekanan. Isomer ini
aktivitas anti histaminnya paling dominan.
2. Turunan Fenotiazin
Selain memiliki efek antihistamin turunan fenotiazin juga memiliki aktivitas Tranquilizer dan Antiemetik, serta dapat mengadakan potensiasi dengan obat analgesik dan sedatif. Secara umum pemasukan gugus halogen atau CF3 pada posisi 2 dan perlamaan atom C rantai samping, misal etil menjadi propil akan meningkatkan aktivitas tranquilizer dan menurunkan efek Antihistamin, Berikut beberapa contoh turunan fenotiazin :
- Prometazin HCl (Phenergan, prome)
Farmakodinamik memiliki khasiat Sebagai obat penenang. Untuk pra operasi obat penenang dan untuk mengatasi pasca narkotikamual. Sebagai antialergi obat untuk memerangi hay fever (alergi rhinitis),untuk mengobati reaksi alergi dapat diberikan sendiri atau dalam kombinasi dengan oral dekongestan seperti pseudoefedrin. Sebagai tambahan pengobatan untuk anaphylactoid kondisi (IM/IV rute yang disukai). Bersama dengan kodein atau dekstrometorfan terhadap batuk.
Farmakokinetik Derivat Fenotiazin dengan efek antidopaminergik (blocker reseptor dopamin mesolimbik dan reseptor alfa-adrenergik diotak) Efek antihistamin adalah blocker reseptor H1
-Absorpsi:
Bioavailabilitas: 25% (PO/PR)Onset (efek antihistamin): 3-5 menit (IV), 20 menit (IM/PO/PR)Puncak waktu serum: 6,7-8,6 jam (supositoria); 4,4 jam (sirup)Durasi: PO (motion sickness) 4-6 jam, IV (mual muntah) 4-6 jam,sampai 12 jam
-Distribusi:
Protein terikat: 93%
Vd: 98 L/kg (sirup), 17-227 L/kg (kisaran)
-Metabolisme:
Dimetabolisme oleh P450 hati enzim CYP2D6Waktu paruh: 10 jam (im), 9-16 jam (iv), 16-19 jam (sirup)Ekskresi: urin (utama), feses (minor)
-Waktu paruh:
Setelah pemberian oral atau parenteral, AH1 diabsorpsi secara baik. Efeknya timbul 15-30 menit setelah pemberian oral dan maksimal setelah 1-2 jam. Lama kerja AH1 setelah pemberian dosis tunggal kira-kira 4-6 jam
-Bioavailabilitas:
Kadar tertinggi terdapat pada paru-paru sedangkan pada limpa,ginjal, otak, otot dan kulit kadarnya lebih rendah. Tempat utama biotransformasi AH1 adalah hati, tetapi dapat juga pada paru-paru dan
ginjal. AH1 dieksresi melalui urin setelah 24 jam, terutama dalam bentuk metabolitnya.
- Metdilazin HCl (Tacaryl)
- Mekuitazin (Meviran)
farmakodinamik Mequitazine merupakan obat antagonis histamin H1 atau antihistamin yang bersaing melawan histamin di situs reseptor H1 normal, pada sel efektor saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan, obat ini merupakan jenis obat jangka pendek untuk pengobatan bersin, mata berair dan gatal, dan pilek karena demam dan alergi saluran pernapasan bagian atas lainnya.
cara kerja mequitazine adalah turunan dari fenotiazin yang memiliki sifat antihistaminik, antimuskarinik, dan sedatif ringan.
metabolisme terjadi didalam hati menjadi metabolit aktif dan tidak aktif dan didistribusikan ke seluruh tubuh.
indikasi sebagai obat alergi
Kontraindikasi Penyakit hati yang parah. dan pada bayi prematur.
dosis penggunaan secara oral pada kondisi alergi sebanyak 5 mg dua kali sehari.
- Oksomemazin (Doxergan)
- Isotipendil HCl (Andatol)
- Pizotifen hidrogen fumarat (Lysagor)
DAFTAR PUSTAKA
Katzung, B. 2007. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. Jakarta. Buku Kedokteran EGC.
Randall, K.L dan C.A. Hawkins.2018. Antihistamines and allergi. Australian prescriber.
Siswandono. 2016. Kimia Medisinal 2 Edisi 2. Surabaya. Universitas Airlangga.
Permasalahan :
1. Bagaimaimanakah hubungan struktur antagonis H1 turunan fenotiazin ?
2. Jelaskan keunikan perbedaan aktivitas biologis turunan Propilamin dengan Fenotiazin ?
3. Kenapa ada orang yang terjadi reaksi Hipersensitivitas saat mengonsumsi obat Antihistamin ? dan bagaimana penatalaksanaannya!
Halo rifqi, artikel nya sengat informatif. Saya coba menjawab permasalahan nomor1 ttg hubungan struktur antagonis H1 turunan fenotiazin.
BalasHapusPemasukan gugus halogen atau C pada posisi 2 dan perpanjangan atom C rantai samping akan meningkatkan aktivitas tranquilizer dan menurunkan efek antihistamin
Prometazin, merupakan antihistamin H1 dengan aktivitas cukupan dengan masa kerja panjang.
Mekuitazin. Antagonis H1 yang kuat dengan masa kerja panjang dan digunakan untuk memperbaiki gejala alergi
Oksomemazin, mekanismenya sama seperti mekuitazin
Pizotifen hydrogen fumarat, sering digunakan sebagai perangsang nafsu makan.
Terimakasih atas jawabannya kak
HapusBaiklah disini saya akan membantu menjawab permasalahn no.2, berdasarkan yg saya ketahui berikut perbedaaan aktivitasnya:
BalasHapusTurunan Propilamin
Antihistamin golongan ini merupakan antagonis H1 yang paling aktif.Mereka tidak cenderung membuat kantuk, tetapi beberapa pasien mengalami efek ini.
Turunan Fenotiazin
Selain mempunyai efek antihistamin, golongan ini juga mempunyai aktivitas tranquilizer, serta dapat mengadakan potensiasi dengan obat analgesik dan sedatif.
Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapus